Minggu, 24 Mei 2015

Splash and Fun, Water Boom Pantai Indah Kapuk



Water park adalah salah satu tempat favorit banyak orang dalam memilih destinasi rekreasi. Terlebih bila membawa anak-anak. Karena umumnya anak adalah pencinta air. Begitu pun bagi orang dewasa. Air bisa jadi sarana relaksasi dari kepenatan rutinitas harian.

Salah satu diantara pilihan water park yang ada di Jakarta adalah Waterboom Pantai Indah Kapuk. Letaknya yang jauh ke utara Jakarta awalnya membuat saya berpikir water park ini adalah tempat rekreasi sangat panas karena lokasinya yang berdekatan dengan laut. Tapi ternyata saya salah, water boom ini bernuansa sangat teduh karena ditumbuhi banyak pohon-pohon besar. Hilang kesan kita sedang berada di daerah laut yang biasanya panas dan gersang.

Saya beruntung mendapat voucher masuk gratis Water Boom PIK yang ditawarkan mak Arin di timeline facebooknya awal bulan lalu. Karena expire di tanggal 30 April, maka saya pakai di tanggal 27 April kemarin. Seneng udah pasti karena dapat tiket gratisan, walau saya masih harus membayar 3 tiket sisanya untuk 2 anak dan 1 ponakan saya.

Sekedar info PENTING banget, setidaknya buat saya yang emak-emak sih :p bagi yang berminat datang ke water boom ini, sebaiknya bila punya bawalah kartu BCA, apapun jenisnya. Baik kartu debit, credit card, flash, semuanya bisa digunakan untuk mendapatkan diskon harga tiket masuk sebesar 50 persen. Sangat lumayan memangkas budget, karena harga tiket masuknya lumayan wow untuk ukuran kantong. Untuk weekend dewasa dikenakan tiket masuk Rp. 190.000, sementara di weekend 230.000.

Waterboom ini secara umum menawarkan fasilitas yang kurang lebih sama dengan waterpark umumnya. Hanya saja yang istimewa permainan dan wahana seluncurnya lebih variatif. Tidak hanya seluncur spiral biasa tapi ada juga seluncur serupa arung jeram seperti yang ada di wahana dufan Ancol, tapi jauh lebih seru sensasinya karena kecepatan luncurnya lebih dahsyat dan memacu adrenalin. Seperti digambar berikut.

area water splash kid


serunya merasakan sensasi meluncur di arung jeram ini


Ada pula seluncur spiral yang ditengah seluncurannya ada wadah berbentuk bulat serupa loyang yang muaranya kita masuk ke lubang gelap penuh sensasi melanjutkan perjalanan seluncur sampai diujungnya, Kereen banget pokoknya. Di sini kita menggunakan ban besar milik waterboom. Oia, untuk menggunakan ban-ban besar baik yang berbentuk donat mau pun ban yang bisa dipakai untuk 2 orang yang menyerupai angka 8, semuanya disediakan gratis. Termasuk juga life vest/pelampung untuk anak-anak. Semua include dengan tiket masuk.

salah satu bagian dari seluncur spiral berbentuk loyang bulat


Ditempat ini pengunjung tidak boleh membawa makanan. Jadi tas bawaan kita diperiksa di pintu masuk. Kecuali minuman bayi. Mau tak mau untuk makanan kita harus membeli di dalam dengan menggunakan sistem gelang deposit uang di counter yang disediakan untuk berbelanja yang nantinya bisa diisi ulang bila kurang. Lockerpun tersedia dengan pilihan locker besar dan kecil dikenai charge harga yang berbeda untuk masing-masing kapasitas. Namun lockernya tidak seperti sistem coin yang harus sekali membuka saja, locker memakai sistem kunci yang bebas anda buka tutup berulang kali.Tersedia juga gazebo-gazebo beralas kasur yang tersebar di keliling area waterboom ini yang bisa disewa. Tapi bila anda tak ingin menyewanya banyak juga disediakan bangku-bangku atau spot untuk duduk-duduk di sekitar area kolam. Selain juga tersedia aneka permainan di sekitar kolam seperti trampolin, billiard.

aneka fasilitas, gazebo, ban, locker, kolam volley air

abang asik main billiard di sudut foodcourt

Saran lagi, bagi yang suka selfie, sebaiknya membawa waterproof case untuk berfoto under water. Walaupun fasilitas sewa case ini disediakan. Tapi harga sewanya lumayan mayal juga 100ribu rupiah. Ada juga tim foto waterboom yang disebar ke semua wahana dan menawarkan kita untuk berfoto underwater dengan kamera yang mereka punya, Jadi serasa menyewa fotografer keliling gitu. Para fotografer ini bisa kita ajak hunting secara khusus untuk mencari spot foto yang keren baik di atas kolam maupun under water. Seru sih, mereka telaten menjepret sampai kita puas dan dapat gambar terbaik dengan aneka gaya di bawah air. Tak perlu kuatir bila nantinya anda tak menebus foto yang mereka ambil. Karena kita bebas memilih ingin membeli atau tidak hasil bidikan mereka. Harga yang ditawarkan memang lumayan mahal. Bila kita ingin mendapatkan soft copy gambar dalam bentuk CD yang isinya bisa sebanyak mungkin foto bahkan sampai ratusan sekalipun, kita harus membayar 300ribu rupiah untuk 1 keping CD. Sementara bila kita mencetak fotonya 1 lembar dikenakan biaya 105ribu rupiah. Hihihi amat menguras kantong yah :D

Dan karena kemarin saya tidak menyewa case hp yang waterproof, jadilah saya mencetak foto 1 lembar demi menuntaskan rasa penasaran memiliki foto under water. Ini dia hasilnya.

say cheese....:D


Last but not least, terimakasih banyak buat mak Arin yang sudah mengirim tiket gratis untuk saya. Maaf ya mak, oleh-oleh tulisannya telat. Anyway, anak dan keponakan saya puas banget berenang seharian. Dan foto under water di atas bener-bener melengkapi keseruan hari mereka. Thx again mak, cup :* 

Rabu, 06 Mei 2015

Meet and Greet Hello Kitty Dufan Ancol Dalam Rangka Peduli Pendidikan Anak Bangsa

Bicara tentang dunia pendidikan erat kaitannya dengan kepedulian. Karena mencerdaskan anak bangsa adalah tanggung jawab bersama. Setiap kita bisa berkontribusi mewujudkannya. Demikian yang juga dilakukan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, korporat besar selaku pengembang dan pengelola kawasan rekreasi terpadu Taman Impian Jaya Ancol ini melalui CSRnya membuat aneka program yang peduli pada dunia pendidikan anak-anak. 

Salah satunya adalah dengan membuat wahana sarat nilai edukasi di Dunia Fantasi bernama Hello Kitty Adventure, dimana di sini begitu banyak hal menarik bisa dinikmati dan diserap anak-anak, Hello Kitty Adventure menyajikan petualang dimana anak bisa mengenal berbagai kebudayaan bangsa. Setiap pengunjung akan diajak Hello Kitty berfantasi keliling dunia di mulai dari Jakarta menuju Bali, Jepang,Mesir, Amerika, Inggris, Kutub Utara, dan Yunani, dengan mengendarai mesin waktu berbentuk kapsul apel ajaib.

Selama Mei, akan digelar pula meet and greet dengan tokoh karakter Hello Kitty and friends, diantaranya My Melody, Bad Badz Maru, bertempat di kawasan indoor Dunia Fantasi, Akan digelar pada tanggal 1, 2,3,9,10, 14, 16, 17, 23, 24, 30 dan 31 Mei 2015, pada jam 13.00-14.30. 
So, buat keluarga yang ingin ajak anak-anaknya ketemu tokoh karakter Hello Kitty and friends bisa dicatat ya tanggal dan jamnya. 

Dan nanti pas musim liburan sekolah dan lebaran, akan dihadirkan karnaval atas kerjasama dengan Sanrio dengan nama Le Cirque De Sanrio. Disini selain menonton pertunjukkan Hello Kitty, pengunjung juga akan diberi kesempatan berfoto bersama karakter Hello Kitty dan teman-temannya. 

Masih dalam rangka peduli pendidikan,dan dalam rangka hari pendidikan nasional, Corporate Social Responsibility PT Pembangunan Jaya Ancol pada tanggal 4 Mei 2015, mengundang siswa Sekolah Rakyat Ancol (SRA) dan komunitas Teens Go Green (TGG) bertemu dengan karakter Hello Kitty dan juga menyumbangkan donasi buku untuk menunang kegiatan belajar sekaligus meningkatkan minat baca para siwa SRA. 

Program Sekolah Rakyat Ancol ini merupakan kerjasama CSR Ancol dengan Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia. Yang diantara programnya adalah memberikan beasiswa pada anak-anak yang putus sekolah di tingkat SMP dan tidak bisa melanjutkan pendidikannya akibat ketidakmampuan biaya. SRA sudah berjalan sejak 2004 di kelurahan Pademangan Barat  dan kelurahan Ancol, Tbk.

Sedangkan komunitas TGG juga komunitas binaan CSR Ancol yang berbentuk kumpulan pelajar siswa SMA dan SMK Jakarta untuk pengembangan minat dan pengetahuan dan melaksanakan aksi peduli lingkungan yang kreatif dan inovatif. Program ini sudah berjalan sejak 1 Desember 2007. 


Beikut foto-foto liputannya 

suasana conference  dengan blogger dan media

penyerahan simbolis donasi buku kepada salah satu siswa SRA

Hello Kitty and friends in action

studio berlayar raksasa di salah satu wahana Hello Kitty Adventure


salah satu area bermain di wahana Hello Kitty

Demikian liputan saya mengenai program CSR  PT. Pembangunan Jaya Ancol yang telah berjalan. Semua menunjukkan bahwa Ancol tak hanya menyajikan hiburan bagi banyak pengunjungnya tapi juga ikut peduli dan berperan lebih dalam mencerdaskan anak bangsa. Semoga program keren ini bisa berkelanjutan di masa mendatang. Bravo Ancol!


Kamis, 16 April 2015

Life is too Short...

Pernah dengar kalimat seperti judul di ataskan?. Bagi sebagian orang mungkin hanya sekedar quote yang terbaca begitu saja tanpa makna. Tapi saya mengaminkan itu sebagai sesuatu yang niscaya. Hari yang saya jalani beberapa bulan terakhir membuktikan itu. Ya, bahwa hidup ini memang terlalu singkat. 

Kepergian ayah dan di susul ibu beberapa bulan lalu, sungguh membuat hidup saya berubah. Kepergiannya menyisakan cerita sedih dan sepi tentu saja. Karena boleh dibilang keluarga saya adalah keluarga kecil. Saya hanya punya 2 saudara, perempuan keduanya. Kehilangan satu saja dari kami sudah amat terasa. Ayah dan ibu saya pergi di usia yang tak terlalu tua. Ayah pergi saat baru saja berulang tahun ke 60. Sementara ibu saya pergi di jelang ulang tahunnya ke 63. Keduanya pergi masih dalam fisik yang tampak baik. Tidak renta apalagi pikun. Sakitpun dalam waktu yang singkat saja, walau memang langsung terlihat berat di rentang 3 bulan jelang kematian keduanya. Mungkin karena menyerang bagian otak sebagai pusat kehidupan. 

Kita memang baru akan mengerti makna kebersamaan saat kita rasakan sakitnya kehilangan. Baru belakangan akan menyadari betapa kehadiran sosok ayah dan ibu sangat berarti saat keduanya tak lagi di sisi. Segala yang hal indah bersama mereka akan begitu dirindukan. Berandai-andai kalau saja bisa memutar waktu untuk lebih memberi mereka kebahagiaan. Andai bisa rahasia langit dikuak, tentu saya akan persembahkan hanya yang terbaik saja dari yang bisa saya lakukan.  

Nyatanya takdir tak bisa ditawar. Kehilangan tetaplah akan menjadi kehilangan. Menghadirkan sejuta penyesalan belum memberi yang terbaik bagi keduanya. Klise ya. Tapi percayalah sedihnya tak terkatakan :(

Tapi begitupun Allah selalu tepat memilih waktu. Kepergian ayah dan ibu terjadi saat saya sudah memiliki keluarga kecil, membuat segala hal menjadi lebih ringan untuk saya jalani. Benarlah bahwa Allah sungguh Maha Mengatur. 

Hari itu rindu saya akan keduanya membumbung sampai terbawa dalam mimpi. Usai subuh, saya niatkan mengunjungi makam mereka. Letak makam keduanya lumayan jauh dari rumah saya. Di pekamanan umum pondok kelapa. Cukup dekat dengan makam almarhum artis kondang itu. Butuh 1 jam naik commuter line menuju ke sana. Bila sudah tiba waktunya jam sibuk, kereta akan sangat padat, pilihan naik mobil pribadi pun tak lebih baik karena akan butuh waktu berjam-jam melewati banyak titik kemacetan.

Karenanya saya selalu memilih waktu subuh hari menuju ke sana. Saat makam masih sangat sepi. Bahkan bocah-bocah yang biasanya menawarkan jasa kursi jongkok bagi pelayat makam pun mungkin masih lelap dalam tidurnya. Makam ayah dan ibu sengaja kami jadikan satu lubang. Jeda kematian mereka yang 10 tahun memungkinkan hal itu. Tak ada alasan lain selain kemudahan untuk berziarah.

semoga Allah mempertemukan kami lagi di surgaNya


Saya datang membawa rindu, untuk sekedar melihat dan berdiam sejenak mendoakan keduanya. Berharap Allah memberi tempat terbaik. Mencurahan ampunan atas segala khilaf juga melipatgandakan rahmat atas segala amalan mereka di dunia. Menghitungnya sebagai amal sholeh yang tak putus. Semua doa terbaik yang saya lantunkan dalam hati tak terasa menderaskan airmata. Terisak sendiri.

  Eropa, 2004, foto kebersamaan terakhir, krn 6 bulan kemudian ayah pergi 


Bagai menyusun puzzle kenangan, teringat saya akan potongan prilaku buruk saya pada ibu, semua yang menyusahkan dan membuat luka hatinya. Marah untuk hal sepele yang seharusnya bisa saya tahan.Egois mempertahankan pendapat yang saya anggap paling benar. Dan waktu berputar. Kini saya pun telah menjadi ibu. Hingga saya tahu betul sedihnya diacuhkan anak. Dilawan atas nasihat baik saya untuk mereka. Seperti melihat cermin diri. Pantulannya sama persis dengan apa yang saya perbuat dahulu. 

Menjadi anak, kemudian menjadi orang tua, dan bila umur panjang menjadi seorang nenek adalah siklus hidup yang niscaya kita lalui. Dari sendiri,di rahim ibu, kemudian bersama kedua orang tua dan melahirkan lagi generasi baru adalah sunnatullah. Bila berkaca dari usia kedua orang tua saya, jatah hidup saya mungkin tak lagi terlalu lama. Hmm...boleh jadi tak sampai 20 tahun lagi, atau mungkin kurang dari itu, wallau'alam. Yang pasti teramat singkat. 

Satu harapan besar tentu saya gantungkan pada anak-anak saya. Berharap mereka punya cinta yang sama besarnya sebagaimana cinta saya pada nenek dan kakeknya. Sudi meluangkan jenak waktu untuk sekedar mendoakan jasad saya yang terkubur kelak. Menyadari bahwa harta berharga hanyalah kesholehan diri. Harta yang tak hanya berguna bagi dirinya kelak, namun juga amat berarti bagi saya orang tuanya untuk mewujudkan cita-cita hidup tertinggi, yakni sampai  ke surgaNya. Sesederhana itu saja. Semoga langit mendengarnya.

Wallua'alam bisshawab



Selasa, 31 Maret 2015

Kala Allah Memeluk Mimpi

Ini kisah tentang haji. Ibadah yang  bagi sebagian  orang  mungkin  masih menjadi mimpi.  Daftar tunggu puluhan tahun, ONH yang yang terus melangit, adalah salah dua dari sekian banyak alasan yang menjadi penghalangnya. Begitu halnya dengan saya, pergi haji, walau niat sudah terpendam sejak lama tetap saja masih jadi mimpi tingkat dewa yang rasanya sulit terwujud.

Berhaji juga menjadi satu-satunya rukun Islam yang dalam pelaksanaannya diembeli kata-kata "jika mampu". Namun faktanya, bukan harta semata yang membuat niat haji mewujud nyata. Berapa banyak orang berlimpah rejeki yang tak juga berhaji dengan aneka alasan dan halangan. Sebaliknya, berapa banyak kita dengar kisah inspiratif kaum marjinal berhaji. Dari tukang bubur, tukang tambal ban, dan aneka profesi tukang lainnya yang bahkan mungkin manusia saja memandangnya sebelah mata.

Tentang Wujud Kerahiman Tuhan

Mungkin benar adanya, bicara soal haji,  ada tangan Tuhan yang Maha Rahim yang tak terlihat dalam membantu kita mewujudkan mimpi menunaikannya. Saya merasakan itu. Saya sudah membuktikan betapa Allah Maha Kaya. Bermodal tekad, niat dan tentu saja doa yang tak putus, ternyata tak ada yang tak mungkin untuk diwujudkan bila Allah  berkehendak.

Saya bukanlah orang yang hidup berkelebihan secara materi. Saat waktunya melunasi ongkos haji, uang yang saya miliki masih jauh dari cukup. Entah bagaimana saya bisa menggenapkannya. Namun, keajaiban demi keajaiban terjadi  begitu saja. Pada saatnya, datanglah pertolongan Allah melalui kerabat dekat saya yang  memberi saya rejeki untuk melunasinya bahkan tanpa saya memintanya. Subhanallah, tersungkur saya dalam sujud penuh airmata kesyukuran. Saya merasakan apa yang mungkin orang-orang kecil itu rasakan. Kebahagiaan tak terperi saat tangan Allah memeluk mimpi saya yang selama ini terasa bagai angan-angan.  

Tentang Agungnya Ka'bah. 

Momen paling krusial bagi siapapun yang pertama kali menginjakkan kaki di Masjidil  Haram adalah saat melihat megahnya ka'bah yang menjadi kiblat perjumpaan dengan Allah selama ini. Airmata menderas tanpa bisa  dihentikan. Kehilangan kata dan larut dalam kalimat takbir dan tahmid. Alhamdulillah ya Allah, saya menjadi orang yang terpilih, demikian syukur yang tak henti terucap dalam hati. 

Sejuta rasa bercampur jadi satu. Ka'bah yang selama ini hanya saya lihat di frame foto pajangan rumah ibu, ka'bah yang selama ini hanya bisa saya pandangi dari layar televisi, kini berdiri megah di hadapan saya, di depan mata saya. Labaik Allahumma Labaik. Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.

Karenanya sejak melihat ka'bah, saya kukuhkan niat untuk bisa abadikan momen di sana. Entah bagaimana caranya, pokoknya harus bisa, begitu saya bertekad dalam hati.

Tentang Perburuan bernama Selfie

Di bayangan saya selama ini, saat melihat foto-foto teman yang telah berumroh, kita bisa dengan mudah berfoto selfie begitu dekat dengan ka'bah, Namun ternyata keadaan di musim haji berbanding terbalik. Ka'bah selalu penuh sesak dipadati jama'ah yang terus thawaf tiada henti dan mengenal waktu. Membuat saya sempat ciut nyali mewujudkan niat saya. Terlebih haji tahun 2014 lalu adalah haji akbar. Haji akbar adalah haji dimana  jatuhnya hari Wukuf adalah hari Jumat. Datangnya musim haji akbar ini hanya delapan tahun sekali. Tak heran momennya begitu dinanti umat karena keutamaannya dibanding haji biasa.Sebuah hadist menyebut pahala haji akbar seperti berhaji selama 70 kali. Karenanya di musim haji Akbar ini, penduduk Mekkah banyak yang ikut berhaji. Inilah yang kemudian membuat Mekkah semakin penuh sesak, berlipat dari musim haji biasa.

Hampir saja buyar semua niat. Terlebih saat itu keluar pula maklumat dari pemerintah Arab Saudi yang menghimbau jamaah sebaiknya tidak berfoto selfie di  depan Ka'bah. Selain untuk meluruskan niat, juga agar tidak mengganggu kelancaran ibadah thawaf jama'ah lainnya.  Tapi tekad saya rasanya tak terbendung. Saya terus mencari momen dan kesempatan  untuk bisa selfie dengan latar belakang ka'bah.

Di satu siang yang terik, saya ke masjid untuk thawaf dan bila memungkinkan melaksanakan niat saya berfoto selfie. Saat datang, saya lihat lantai dasar di depan Ka'bah sudah penuh sesak, sayapun berinisiatif naik ke lantai 2. Ternyata di lantai 2 pun keadaan tak jauh beda, jamaah yang thawaf masih penuh sesak. Jamaah dorong mendorong di lantai ini. Keringatpun mengucur deras membasahi  khimar dan gamis saya. Teriknya Mekkah di suhu 40 derajat celcius saat itu, benar-benar membuat saya meleleh di tengah sesaknya kerumunan manusia. Hufftt... what a  day! *lap keringet

Tak hilang akal, naiklah saya ke lantai 3, dengan harap cemas sambil juga terus berdoa dalam hati, "ya Allah saya pengen foto, mudahkan dong ya Allah..." hehehe...doa yang rasanya konyol banget ya :) Tapi begitulah, segala sesuatu di sana memang seperti otomatis selalu dibarengi doa dalam hati, walau itu cuma niatan tak jelas macam pengen selfie seperti yang saya ingin itu.

Lantai 3 ini lumayan tinggi, saya berharap semoga ka'bahnya masih bisa terlihat dari  lantai ini. Meski lantai ini tak kurang penuh oleh jamaah, namun saya masih melihat celah untuk bisa sejenak berpose. Akhirnya sebelum saya memulai thawaf, saya menepi ke pinggir pagar, mengangkat kamera tinggi-tinggi untuk bisa mengambil angel ka'bah yang ada dibawah. Saya jepret beberapa kali untuk nantinya saya pilih foto paling bagus. Penuhnya arus thawaf tak pelak membuat saya beberapa kali terdorong dan foto yang saya ambil blur karena tangan saya tak fokus. Saya pegang kamera erat-erat, khawatir terjatuh dari tangan, saat saya terdorong arus jama'ahOh God, sungguh ini foto selfie paling niat sepanjang hidup saya, penuh perjuangan banget menjepretnya :D




Saya dan Ka'bah impian itu, Alhamdulillah.



Yay, here it is! Akhirnya saya punya kenangan indah berlatar Ka'bah. Amaze memandang foto diri di tengah lautan umat ini. Memorable banget  rasanya. Dan lihatlah sesaknya jamaah dibawah sana, seolah menjadi saksi perjuangan saya mendapatkan momen indah ini. Alhamdulillah. Sejujurnya tiada sedikitpun maksud ingin pamer pada banyak orang tentang ibadah haji saya. Tapi memandang foto ini menjadi obat rindu saya pada tempat paling peaceful di muka bumi. Tempat  dimana hati saya bertaut erat pada Allah, Sang Maha Pengabul mimpi, yang kemudian melahirkan lagi doa baru untuk bisa kembali ke sana.

Postingan ini saya ikutkan di lomba selfie story bersama Smartfren, sekaligus juga pesan bagi teman-teman yang mungkin punya mimpi sama dengan saya. Jangan pernah sedikitpun menggeser niat berhaji apapun halangannya. Selama hayat dikandung badan, teruslah berikhtiar dan berdoa. Yakinlah Allah yang Maha Rahim akan mewujudkan mimpimu, tak peduli setinggi apapun itu. Aamiin ya Robbal ‘alamiin.